Baru saja kembali dari Desa Pasarawa Gebang Binjai SUmatera Utara, Minggu siang 7 Oktober 2007 lalu.
Berangkat JUmat siang,5 Oktober, demi satu penugasan lagi dari 101East Aljazeera English.
Padahal Kamisnya, baru saja rampung dengan proyek dari AsiaWorks untuk film internal BP Indonesia.
Luar biasa ngga enak badan...maag migren kambuh.
Bodohnya tak bawa itu obat2an, karena merasa sudah stabil dengan kondisi kesehatan...hmpft...
Apapun keadaannya, saya masih jauh sangat beruntung dibanding nara sumber saya disana.
Sedih dan nangis juga..dikit.
Meminta mereka menceritakan kembali kisah sedih mereka.
Meminta Ponimin 25 tahun dan ibunya Norma 50 tahun, membangkitkan lagi memori buruk 8 tahun silam.
Memori dimana Ponimin yang masih begitu muda, tampan dan penuh semangat juga amarah harus cacat hingga sekarang.
Cuma bisa makan dan tidur saja.
Selebihnya, kegiatan pokok nya diurus ibunya yang janda, tak ada kerja, buta hurup dan menerima kekerasan oknum Brimob atas anaknya sebagai takdir tak terelakkan.
GUrat lelah yang nampak di mata coklatnya.
Juga sesak dan tangis yang ia urai ketika mulutnya bertutur...
Tapi Ponimin tetap terus akan berjuang...
Yang salah harus dihukum.
Warga sipil berhak diperlakukan sama di mata hukum !
Monday, October 8, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment